Pernah membayangkan tidak bagaimana rasanya surfing di sungai? Ya, selama ini kita memang mengenal surfing alias berselancar sebagai olahraga air yang hanya bisa dilakukan di pantai dengan ombak yang besar. Kalau Anda main ke Riau, semua teori di atas akan dengan mudah terbantahkan. Pasalnya, di Riau ada satu tempat wisata yang sangat pas dijadikan arena berselancar bersama teman-teman, yakni Sungai Kampar. Terkenal dengan ombak Bono-nya yang bisa mencapai tinggi 6 meter, sungai yang terletak di Teluk Meranti, Kabupaten Palalawan, Riau, ini merupakan destinasi yang cocok untuk memuaskan hasrat berselancar Anda. Banyak peselancar mancanegara yang rela jauh-jauh datang ke Riau demi bisa menaklukkan ombak sungai yang terletak persis di garis ekuator ini.
Bono dikenal juga dengan sebutan gelombang tujuh hantu (Seven Ghosts). Hal tersebut dikarenakan gelombang yang dihasilkan bisa mencapai tujuh lapis gelombang berurutan dan bahkan dapat menciptakan kubah (barrel), tak ubahnya gelombang di laut. Uniknya lagi, gelombang ini bahkan bergulung-gulung dalam durasi waktu yang jauh lama (bisa hingga 2 jam) apabila dibandingkan dengan gelombang di lautan biasanya memanjakan peselancar hanya dalam bilangan menit saja. Karena kehebatannya, gelombang Bono tidak disarankan untuk peselancar pemula.
Bono pertama kali ditemukan beberapa peselancar internasional yang berasal dari Perancis dan Brazil yang langsung menjajal kedahsyatan Bono. Sejak saat itu, Bono mulai dilirik lebih banyak peselancar nasional dan internasional.
Keberadaan gelombang Bono adalah objek wisata yang terbilang baru dan masih terus dikembangkan Pemerintah Riau. Kelangkaan dan keunikan sebuah destinasi wisata seperti ini sudah pasti berpotensi menarik wisatawan lebih banyak dibanding destinasi atau objek wisata umumnya, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama peselancar.

Pada 9-14 Februari 2013, Bono menjadi sorotan dunia dan akan tercatat dalam Guinness World Records. Hal tersebut dikarenakan Sungai Kampar menjadi lokasi pemecahan rekor berselancar terlama dan terpanjang kelas dunia dalam menunggangi gelombang Bono.

0 komentar
Posting Komentar